Gado-gado

Cara Mengatasi Gangguan Jiwa dalam Islam Melalui Terapi

Posted by Bams

Cara Mengatasi Gangguan Jiwa dalam Islam Melalui Terapi – Seiring perkembangan jaman, masalah yang dihadapi manusia pun semakin kompleks dan beragam. Semakin banyak tekanan yang dapat mengganggu ketenangan, baik itu dari dalam diri, maupun tekanan dari lingkungan sekitar. Dengan bertambahnya beban hidup, saat ini bertambah pula jumlah manusia yang kemudian terganggu kejiwaannya.
Gangguan jiwa biasanya menyebabkan manusia tidak terkontrol emosinya. Jika sudah parah, gangguan jiwa akan menyebabkan penderitanya terganggu atau bahkan tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Menurut perspektif Islam, gangguan jiwa merupakan akibat dari sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri manusia sehingga cara mengatasi gangguan jiwa dalam islam memasukkan unsur agama, tidak sepenuhnya bergantung pada penanganan medis.

Pandangan dan cara mengatasi gangguan jiwa dalam islam

Sebelum mengetahui cara mengatasi gangguan jiwa dalam islam, ada baiknya mengetahui sifat tercela yang identik dengan gangguan jiwa. Dalam kitabnya, Hasan Muhammad as-Syarqawi membagi gangguan jiwa dalam sembilan bagian.
Kesembilan bagian itu adalah pamer (riya’), emosi (al-ghadhab), lalai (al-ghaflah wan nisyah), was-was (al-was-wasah), putus harapan (al-ya’s), rakus (tama’), terperdaya (al-ghurur), rasa bangga diri (al-ujub), dan yang terakhir adalah dengki dan iri hati (al-hasd wal hiqd).
Berbagai sifat tersebut dapat membuat manusia lupa diri karena hanya mengejar kepuasan di dalam diri sendiri. Jika terus berlanjut, manusia menjadi kehilangan kendali atas dirinya sendiri dan kemudian ketenangan jiwa pun akan hilang. Saat itulah manusia tersebut dapat dikatakan telah menderita gangguan jiwa.
Cara mengatasi gangguan jiwa dalam islam sendiri dapat berupa psikoterapi yang dapat dilakukan sendiri maupun dengan bimbingan dari orang lain. Psikoterapi menurut Islam ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu terapi al-Quran dan terapi dengan tahajud dan dzikir.
Al-Qur’an merupakan tuntunan yang utama. Dengan mendengar, membaca, memahami, serta melakukan tindakan yang dianjurkan di dalam al-Qur’an, manusia dapat mendapatkan ketenangan batin.
Cara mengatasi gangguan jiwa dalam islam selanjutnya adalah dengan melaksanakan tahajud dan dzikir. Shalat tahajud sendiri dilakukan di malam hari setelah bangun tidur. Sementara dzikir dapat membantu seseorang untuk dapat mengendalikan dirinya kembali karena saat dzikir, seseorang akan berkonsentrasi penuh dalam doa dan apa yang ada di dalam dirinya.

Related Post

Leave A Comment

4 × 3 =