Gado-gado

Definisi, Penyebab Penyakit Depresi dan Cara Mengatasinya

Posted by Bams
Depresi merupakan sebuah penyakit yang sering dialami banyak orang. Pengertian depresi sendiri yaitu gangguan suasana hati pada diri seseorang yang buruk dan berlangsung dalam kurun waktu tertentu. 
Biasanya saat mengalami depresi seseorang akan merasakan sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi atau semangat untuk melakukan aktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang sebelumnya dianggap menarik, hingga menyalahkan diri sendiri.
Semua orang pasti pernah mengalami perasaan sedih, tetapi saat depresi, perasaan sedih tersebut tidak akan hilang dalam sekejap, bahkan bisa terus ada hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Pengertian depresi juga berbeda dengan stress. Stress biasanya ditunjukkan dengan rasa kewalahan karena seseorang merasa tertekan dalam waktu yang terlalu lama. 

Penanganan keduanya pun berbeda.

Menurut Badan Kesehatan Dunia, setidaknya 350 juta orang di dunia mengalami depresi, dan biasanya depresi lebih sering ditemui pada wanita dibandingkan laki-laki. 

Depresi juga tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak.

Meski banyak orang yang memahami pengertian depresi, tetapi tidak sedikit pula yang menyepelekan gangguan ini dan menganggap rasa depresi akan hilang dengan sendirinya. Padahal, depresi memerlukan penanganan serius dan sesegera mungkin. 

Depresi tidak hanya akan mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat membahayakan penderita. Saat sudah mengalami depresi berat, penderita biasanya mulai memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Terbukti dari sebuah penelitian yang mengatakan bahwa di dunia ini ada hampir satu juta orang yang melakukan bunuh diri karena gangguan depresi.

Pengertian depresi sendiri yaitu gangguan suasana hati pada diri
seseorang yang buruk dan berlangsung dalam kurun waktu tertentu. 

Definisi, Penyebab Penyakit Depresi dan Cara Mengatasinya

Gejala-gejala Depresi 

Gejala depresi yang muncul pada masing-masing penderita bisa berbeda. Gejala yang paling mudah dikenali adalah rasa sedih yang berkelanjutan serta hilangnya semangat untuk beraktivitas. Beberapa gejala psikologis lain yang umum dialami pada penderita depresi adalah:
  • Kehilangan rasa percaya diri
  • Kesulitan dalam mengambil keputusan
  • Lebih suka menyendiri
  • Memiliki rasa takut berkepanjangan
  • Menurunnya efisiensi kerja
  • Merasa putus asa
  • Merasa sangat rendah diri
  • Mudah marah atau sensitif
  • Mudah menangis
  • Perasaan khawatir yang berlebihan
  • Selalu dibebani rasa bersalah
  • Selalu merasa cemas
  • Suasana hati yang buruk atau sedih secara berkelanjutan
  • Tidak bisa menikmati kebahagiaan hidup seperti dari berhubungan intim 
  • Tidak ada motivasi hidup dan tidak peduli dengan apa yang terjadi di lingkungan

    ·

  • Berkeinginan untuk bunuh diri ketika depresi yang dialami sudah parah 
Selain berbagai gejala psikologis tersebut, depresi juga dapat membuat kondisi fisik seseorang menjadi ikut terganggu. Beberapa gejala fisik yang biasa ditemui pada penderita depresi yaitu:
  • Gangguan pola tidur 
  • Kehilangan selera makan dan berat badan menurun
  • Konstipasi
  • Perubahan siklus menstruasi pada wanita

    · 

  • Pergerakan tubuh dan cara bicara yang lebih lambat dari biasanya

    · 

  • Rasa sakit atau nyeri tanpa alasan yang jelas

    · 

  • Selalu merasa lelah
  • Sulit berkonsentrasi dan susah mengingat

    ·

  • Tidak ada gairah seksual
Tentu saja selain berbagai gejala yang ada di atas, ada pula gejala depresi lain yang timbul, seperti yang umum ditemui pada anak yang sedang mengalami depresi. Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui gejala-gejala ini sehingga dapat mengatasi rasa depresi yang dialami anaknya.
Beberapa gejala tersebut antara lain:
  • Kehilangan nafsu untuk makan
  • Prestasi di sekolah menurun
  • Sering berbuat nakal saat di sekolah
  • Sering bertengkar dengan temannya
  • Sering marah atau ngambek
  • Sering menangis tanpa sebab yang jelas
  • Sering menyendiri dan menjauhi temannya
  • Sering tampak murung dan sedih
  • Tidak mau belajar 
Setelah mengetahui berbagai gejala depresi, maka seseorang dapat membantu dirinya sendiri maupun orang lain untuk melakukan penanganan terhadap kasus depresi secepat mungkin dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang merupakan akibat depresi yang berkelanjutan, khususnya pada anak yang kondisi kejiwaannya cenderung belum stabil. Apabila depresi pada anak terus berlanjut, maka akibatnya pun dapat muncul hingga anak tersebut dewasa.

Penyebab Depresi

Tentu saja selain mengenali berbagai gejala yang muncul pada penderita depresi, penting pula untuk mengetahui apa saja yang dapat menjadi penyebab depresi muncul. Sama dengan gejala, penyebab depresi pada diri setiap orang bisa menjadi berbeda-beda karena setiap orang juga memiliki masalah yang berbeda. 
Tetapi setidaknya ada beberapa faktor yang banyak diketahui dapat memicu depresi.

· 

  • Faktor biologis. Meskipun tidak selalu terbukti, tetapi jika dalam riwayat keluarga seseorang telah terdapat penderita depresi sebelumnya, maka ada kecenderungan bagi seseorang tersebut untuk mengalami depresi juga.
  • Kejadian yang berakibat pada trauma. Penyebab depresi dapat ditimbulkan dari sebuah kejadian di masa lalu yang menimbulkan rasa trauma. Apabila seseorang tidak bisa menerima kejadian di masa lalu tersebut dengan baik, maka orang tersebut memiliki resiko lebih untuk mengalami rasa depresi.

    Berbagai kejadian yang dimaksud bisa seperti penyiksaan, pelecehan, kematian orang yang dikasihi, kesepian karena terisolasi, masalah dalam hubungan yang dijalani (persahabatan, pernikahan, hubungan dengan rekan kerja), hingga kesulitan ekonomi.

    ·

  • Penyakit serius yang diderita. Penyakit yang serius, apalagi yang bisa mengancam nyawa seperti HIV/AIDs, kanker, atau penyakit jantung dapat menjadi faktor yang memicu timbulnya depresi.
  • Masalah kepribadian. Terkadang, penyebab depresi ada di dalam kepribadian diri seseorang, terutama sering merasa rendah diri, terlalu keras kepada diri sendiri, dan tergantung pada orang lain. Kepribadian yang seperti ini dapat terbentuk karena pengalaman atau karena asuhan orang tua.
  • Melahirkan. Setelah proses kelahiran, wanita akan mengalami perubahan hormon dan fisik. Hal ini dapat mempengaruhi pola pikir wanita. Selain itu, setelah melahirkan, ada tanggung jawab baru yang harus dijalani sehingga jika seorang wanita tidak siap, resiko depresi pun meningkat.
  • Minuman keras dan narkoba. Banyak orang yang menganggap minuman keras dan narkoba merupakan tujuan pelarian saat sedang mengalami suatu masalah. Sayangnya, tindakan ini merupakan tindakan yang salah. Selain dapat menimbulkan penyakit, kedua benda tersebut merupakan obat depresan yang justru akan semakin memicu dan membuat depresi yang dialami semakin parah.
  • Obat-obatan yang memiliki efek samping. Kadangkala, seseorang mengonsumsi obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter karena menganggap obat yang akan dikonsumsi tidak membahayakan. Padahal, obat-obatan seperti obat tidur, obat hipertensi, obat jerawat dan kortikosteroid dapat mengandung efek samping yang akan memperparah rasa depresi seseorang. 
Berbagai penyebab depresi di atas adalah penyebab yang biasanya ditemui pada orang dewasa. Sementara itu, berbeda dengan pada anak-anak yang biasanya mengalami depresi karena pengaruh dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. 
Penyebab depresi pada anak bisa jadi karena orang tua yang sudah bercerai atau orang tua yang sering bertengkar di hadapan anaknya. Selain itu, asuhan orang tua yang terlalu keras dan sering memaksakan kehendak serta orang tua yang kurang memberikan perhatian juga dapat memicu timbulnya rasa depresi dalam diri anak.

Penyebab lain yang dapat mengakibatkan anak-anak menjadi depresi adalah lingkungan sekolah yang membuat anak merasa tidak nyaman atau karena anak-anak merasa tidak cocok saat bergaul dengan teman-teman di lingkungannya.

Jika seseorang sudah mengetahui penyebab depresi, maka akan lebih mudah melakukan pencegahan sehingga orang tersebut tidak mengalami depresi. Tetapi jika seseorang sudah terlanjur mengalami depresi, maka diperlukan pengobatan secepatnya.

Cara Mengatasi Depresi

Dalam mengatasi depresi, tentu diperlukan bantuan dari ahli seperti seorang dokter. Tidak hanya membantu mengenali jenis depresi yang sedang diderita, seorang dokter juga dapat memberikan langkah-langkah penanganan depresi yang tepat bagi penderita.

Ada tiga cara menangani depresi dalam diri seseorang yang biasanya dilakukan, yaitu penanganan sendiri, terapi bicara, dan penanganan depresi menggunakan obat-obatan. 

Penanganan sendiri dilakukan jika depresi yang diderita seseorang masih tergolong ringan. Langkah-langkahnya meliputi tindakan berikut:

Mempelajari tentang depresi

Dengan memahami pengertian depresi, gejala depresi, penyebab depresi, hingga cara mengatasinya, seseorang akan turut termotivasi untuk menjalani pengobatan. Jika diperlukan, keluarga penderita sebaiknya turut mempelajari tentang depresi agar dapat membantu dengan maksimal.

Berolahraga

Definisi, Penyebab Penyakit Depresi dan Cara Mengatasinya

Aktivitas olahraga ringan seperti berjalan, berenang, lari, berkebun atau aktivitas fisik lainnya tidak hanya akan mengurangi rasa depresi, tetapi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri serta mengurangi perasaan sedih seseorang. Olahraga juga bisa meningkatkan kualitas tidur sekaligus membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Tidur cukup

Penderita depresi biasanya mengalami masalah susah tidur, padahal tidur merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat bagi mental dan fisik.

Yoga atau meditasi

Saat melakukan yoga atau meditasi, seseorang belajar untuk menenangkan pikiran sehingga gejala depresi menjadi lebih ringan. Kegiatan yoga atau meditasi juga dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Menghindari minuman keras dan narkoba

Minuman keras dan narkoba tidak akan mampu mengatasi masalah dari seseorang tetapi justru sebaliknya. Dua hal ini dapat menambah masalah dan membuat depresi seseorang bertambah berat.

Mengikuti komunitas yang dapat mendukung

Definisi, Penyebab Penyakit Depresi dan Cara Mengatasinya

Dukungan orang lain seringkali diperlukan dalam mengatasi depresi, sehingga berbicara dengan sahabat, keluarga, atau kelompok dengan permasalahan yang sama dapat menjadi cara mengatasi depresi yang cukup efektif.

Berbicara dengan orang lain sebenarnya dapat membantu mengatasi depresi. Tetapi seringkali seseorang yang mengalami depresi merasa enggan untuk membicarakan masalah yang tengah dihadapi.

Karena itulah, terapi berbicara juga dapat dicoba sebagai langkah penanganan.

Tentu saja terapi ini hanya dilakukan oleh psikiater, psikolog atau terapis ahli. Selain dapat mengambil langkah yang tepat, orang-orang tersebut merupakan profesional sehingga kerahasiaan seseorang dapat terjaga.

Ada tiga jenis terapi yang umumnya digunakan dalam mengatasi depresi yaitu: Cognitive Behavior Therapy, Interpersonal Therapy dan Terapi Psikodinamis.

Cognitive Behavior Therapy

Terapi ini biasa dilakukan kepada seseorang dengan pola pikir yang dapat menyebabkan depresi seperti rasa rendah diri dan kurang percaya diri. Melalui terapi ini, penderita depresi akan dibantu untuk membuang perasaan negatif dan menggantinya dengan pikiran positif.

Interpersonal Therapy

Dengan terapi ini, penderita depresi dibantu untuk mengatasi depresi dengan meningkatkan pola komunikasi dan interaksi. Selain itu, penderita juga dibantu untuk menganalisis penyebab konflik yang berhubungan dengan orang lain seperti pertengkaran dengan keluarga atau konflik di lingkungan kerja.

Terapi Psikodinamis

Cara mengatasi depresi dengan terapi ini berguna dalam mengajarkan penderita untuk lebih memahami berbagai emosi yang ada dalam dirinya. Penderita juga akan dibantu dalam memahami masalah yang dihadapi dan bagaimana mencari jalan keluarnya.

Yang terakhir adalah penanganan dengan obat-obatan

Obat yang biasa digunakan adalah obat antidepresan. Karena ada banyak pilihan obat antidepresan, diperlukan pengawasan dokter sehingga dapat memilih obat yang tepat. Obat antidepresan juga memiliki tingkat keberhasilan dan dampak yang berbeda-beda bagi setiap orang.

Obat lain yang juga sering digunakan sebagai cara mengatasi depresi adalah lithium karbonat dan lithium sitrat. Tetapi obat ini biasanya hanya digunakan ketika antidepresan tidak mampu mengatasi permasalahan yang ada karena kadar lithium yang terlalu tinggi dalam darah seseorang justru dapat membahayakan.

Oleh sebab itu, penderita yang menggunakan lithium perlu melakukan tes secara rutin untuk mengawasi tingkat lithium dan mengurangi konsumsi garam yang dapat memicu efek keracunan akibat penggunaan lithium.

Related Post

Leave A Comment

one × 5 =