Jariyah

Hikmah Dilarang Makan Babi dan Memelihara Anjing

Posted by Bams

Al-Qur’an diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk hidup di dunia, agar selamat di dunia dan akhirat. Jika manusia diibaratkan sebuah produk elektronik, maka Al-Qur’an adalah buku manualnya.

Karena Allah yang menciptakan manusia, maka sudah pasti Dia yang paling tahu bagaimana seharusnya manusia bersikap dan bertindak, agar di dunia hidupnya aman juga tenteram. Sehat jasmani dan rohani, sejahtera di dunia, penuh berkah hingga akhirat.

Menilai sebuah agama, haruslah dari kitab sucinya. Bukan dari tingkah laku umatnya, karena umat Islam sendiri masih banyak yang tidak sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an. Padahal jika mereka mengetahui hikmah di balik aturan yang Allah tetapkan, tentu mereka akan sadar, betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Salah satunya, hikmah dilarangnya manusia memakan beberapa hewan atau sekadar memeliharanya, kecuali dengan ketentuan khusus. Akhirnya ilmu pengetahuan pelan tapi pasti, berhasil menyampaikan nalar manusia pada kebenaran yang sebelumnya dianggap tak masuk akal.

Perintah wudu, salat, sedekah, dan ibadah lainnya selain mengandung pahala, juga memberi efek yang baik bagi tubuh manusia. Misalnya wudu yang dapat meningkatkan konsentrasi dan mencegah kanker. Juga sedekah yang membuat pelakunya merasakan kebahagiaan setara olahraga.

Begitu pula dengan larangan-larangan Allah. Misalnya tentang wanita haid yang tidak boleh digauli, laki-laki tidak dibenarkan memakai sutra dan emas, semua itu pasti memiliki hikmah yang besar. Dan semua manfaat yang didapat dengan mematuhinya, adalah untuk manusia sendiri. Tidak ada keuntungan yang Allah ambil dari ciptaan-Nya. Hal itu sungguh mustahil.

Ada pula larangan mengonsumsi daging babi dan anjing, yang keduanya diulas sebagai berikut:

Hikmah dilarang memakan babi

Bahwa babi adalah hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi umat Islam, hampir seluruh manusia di dunia mengetahuinya. Tapi bahwa larangan itu ternyata juga terdapat di injil dan taurat, apa Anda juga sudah tahu?

Demikian juga babi karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya jangan kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. (Kitab Taurat, Imamat 11: 7-8).

Menurut Paulus, Yesus turun untuk membatalkan hukum Taurat. Tapi tidak demikian yang ada pada  Injil Matius 5: 17-19, yang bunyinya:

Janganlah kamu menyangka bahwa aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat dan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan surga, tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah Hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.

Al-Qur’an sebagai kita penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya (termasuk Taurat dan Injil), konsisten sampai sekarang melarang umatnya mengonsumsi babi.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-Baqarah 173)

Dikutip dari okezone.com (23/01/17) dan dinukil dari berbagai sumber, ternyata babi mengandung kolesterol dengan kadar yang sangat tinggi, sehingga dapat mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Selain itu, babi juga mengandung cacing pita yang mampu tumbuh hingga sepanjang tiga meter! Jika pertumbuhan telur cacing ini sampai ke otak, korbannya bisa mengalami kegilaan.

Tak hanya cacing pita, babi juga mengandung trichinosis, cacing yang tak akan mati meski dimasak. Dari sekadar ruam kulit hingga kelumpuhan dapat terjadi akibat efek masuknya cacing ini ke tubuh manusia.

Tak sampai di situ, babi juga disinyalir membawa penyakit tuberculosis (TBC), virus cacar, parasit protozoa, dan macam-macam bakteri yang merugikan manusia.

Hikmah Dilarang Memelihara Anjing

Di dalam Al-Qur’an, memang anjing tidak disebutkan sebagai hewan yang haram dimakan. Tapi dalil lain berupa hadis sangat banyak, salah satunya dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.” (HR Muslim No. 1934).

Sebagian orang menyangkal pengharaman anjing karena tidak ditemukan pada anjing pada daftar makanan haram dalam Al-Qur’an, dan menganggap anjing juga tidak termasuk hewan yang dimaksud hadis di atas.

Maka perlu kita pertegas dengan hadis dari Abu Mas’ud Al Anshori berikut ini:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari upah jual beli anjing, upah pelacur dan upah tukang ramal.” (HR Bukhari No. 2237).

Dan dari Ibnu Abbas, “Sungguh jika Allah mengharamkan suatu kaum untuk mengonsumsi sesuatu, Allah pun melarang upah hasil penjualannya.” (HR Abu Daud No. 3488 dan Ahmad 1/247. Disahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Maka jelaslah sudah, bahwa anjing adalah hewan yang haram dikonsumsi. Selain itu, memelihara anjing juga hanya dibolehkan untuk keperluan tertentu, seperti menjaga kebun atau ternak. Lalu apa hikmah pelarangan ini?

Al-Qur’an adalah mukjizat ilmiah yang mendahului ilmu kedokteran modern. Surat kabar Inggris, Daily Mirror, mempublikasikan laporan para ahli tentang sel-sel telur ulat yang sangat halus dan lengket pada tubuh anjing.

Dalam satu gram bulu anjing, terdapat sekira 180 sel telur ulat yang mudah berkembang dan pindah kepada manusia yang berinteraksi dengan anjing tersebut.

Ian Royt, dokter spesialis hewan di London juga menyimpulkan bahwa cairan yang dikeluarkan oleh anjing membawa telur-telur ulat, setelah ia melakukan penelitian terhadap 60 ekor anjing.

Jika seekor anjing menjilat wadah makanan, maka telur ulat tersebut akan menempel pada wadah dan sulit dibersihkan karena halus dan lekatnya. Telur-telur tadi juga akan berpindah kepada manusia yang menyentuh wadah, masuk ke pencernaan dan menetas di sana.

Data statistik Amerika menyebutkan, ada sepuluh ribu orang yang terkena virus dari telur ulat yang ditularkan oleh anjing. Sebagian besarnya adalah anak-anak.

Jika babi dan anjing dilarang untuk dikonsumsi, bahkan sekadar dipelihara, lalu kenapa Allah menciptakan mereka?

Jika muncul pertanyaan seperti ini, maka kita bisa merunut kepada yang lebih urgen. Kenapa Allah menciptakan Iblis? Padahal ia jelas lebih berbahaya daripada babi, anjing, maupun hewan lainnya.

Inilah jawabannya:

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (al-Mulk 2).

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran 191).

Related Post

Leave A Comment

15 + 13 =