Jariyah

Inilah Alasan Mengapa Islam Agama yang Benar

mengapa islam agama yang benar
Posted by Bams

Menurut sejarah peradaban manusia, orang-orang kuno umumnya mempertuhan banyak hal. Itulah sebab ada banyak dewa di masa lampau.

Kisah fiksi imajinatif dan makhluk-makhluk mitologi yang dikenal hingga sekarang adalah bukti kebutuhan manusia akan keberadaan Tuhan sebagai tempat berlindung dan berharap.

Islam hadir sejak Nabi Adam ‘alayhissalam diturunkan Allah ke Bumi. Meski demikian, dakwah Islam kepada seluruh umat manusia baru dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam.

Mengapa Islam agama yang benar, hal tersebut dapat dibuktikan dengan berbagai penjabaran.

Berbeda dengan kehidupan di masa lalu, manusia modern cenderung merasa tidak butuh kepada “sosok” Pencipta. Mereka merasa mampu mengendalikan hidupnya sendiri, dan dapat memiliki apa saja yang mereka inginkan tanpa bantuan Tuhan.

Orang-orang yang tidak percaya Tuhan, pada akhirnya justru menuhankan akal mereka. Menjelaskan mengapa Islam agama yang benar kadang kala tak membuahkan hasil pada kelompok ini.

Mereka menganggap Tuhan adalah sesuatu yang tidak masuk akal, padahal akal mereka yang belum sampai.

Ada pula manusia masa kini yang percaya akan keberadaan Tuhan, tapi menganggap semua agama keliru. Alhasil, mereka percaya adanya Tuhan tapi tidak memeluk agama apa pun. Sungguh aneh, Tuhan dan aturan yang dibuat-Nya seharusnya adalah satu paket.

Tapi orang-orang pada kelompok ini justru membuat agama baru, yaitu agama tanpa aturan. Tanpa sebab-akibat, tidak ada reward and punishment atas apa pun yang mereka perbuat selama hidup.

Mengapa Islam agama yang benar, karena Islam adil dalam memperlakukan manusia. Yang berbuat baik mendapat balasan baik, begitu pun sebaliknya.

Di antara agama dan isme yang ada sejak dulu hingga hari ini, Islam adalah agama yang paling tepat. Islam hanya menuhankan Allah, sebagai satu-satunya Zat yang patut disembah.

Hal ini konsisten sejak manusia kuno menuhankan banyak dewa, hingga manusia modern tidak percaya adanya Tuhan.

Keberadaan Allah dapat dibuktikan melalui hasil ciptaan-Nya. Bagaimana mungkin Bumi dan planet lain, bersama miliaran benda langit di berbagai galaksi, dapat bergerak sesuai orbitnya tanpa ada yang memelihara. Padahal hal ini sudah terjadi miliaran tahun lamanya.

Beraneka makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan, lahir, tumbuh dan mati dengan rezeki dan garis kehidupan yang sudah diatur oleh Allah.

Seperti manusia zaman sekarang yang melakukan pencarian terhadap Tuhan, Nabi Ibrahim ‘alayhissalam melakukan hal yang sama lebih dari 4000 tahun lalu.

Bedanya, beliau melakukan dengan akal dan hati yang bersih. Niat yang ikhlas tanpa ditunggangi syahwat.

Maka hidayah Allah datang kepada Ibrahim dengan mengenalkannya kepada Islam. Agama yang kemudian ia turunkan kepada anak cucunya.

Yahudi dan Nasrani mengklaim bahwa Nabi Ibrahim ‘alayhissalam adalah nabi mereka yang membawa ajaran Yahudi/Kristen seperti saat ini. Ucapan tersebut dibantah oleh Allah dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 67.

(Nabi) Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

Kalimat berserah diri pada ayat di atas termasuk dalam definisi Islam menurut bahasa. (Lihat teks Arabnya yang berbunyi muslima). Maka barang siapa mengikuti Ibrahim, maka wajib baginya menyembah Allah. Sedangkan di sisi Allah, agama yang paling benar adalah Islam.

Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam. (Ali Imran: 19)

Mengapa Islam agama yang benar, karena sifatnya yang syamil mutakamil (sempurna dan menyeluruh). Tidak ada agama di dunia ini yang memberi petunjuk kepada umatnya sedetail Islam.

Dari bangun tidur hingga tidur kembali, dari lahir hingga wafat, semua tuntunannya ada di dalam Al-Qur’an dan sunah.

Bahkan Islam juga mengatur berbagai aspek kehidupan manusia. Baik ekonomi, politik, sosial, pendidikan, dst. Tak hanya dalam lingkup pribadi, melainkan juga dalam lingkup bernegara.

Dalam hal ini, kaum sekuler tentu sangat keberatan. Mereka menganggap agama adalah masalah akhirat, sedangkan urusan dunia seharusnya tidak disangkutpautkan dengan aturan agama.

Mereka lupa bahwa manusia bisa bekerja dan mencari nafkah juga atas izin Allah, yang menentukan agar agama itu dipatuhi. Sebuah negara berdiri dan runtuh adalah atas kehendak Allah. Bagaimana pula mengesampingkan Dia Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu?

Bagi kaum muslimin, Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Yang memberi solusi atas permasalahan apa pun yang menimpa manusia. Yang memberi kabar masa lalu dan yang akan datang.

Bukti lain mengapa Islam agama yang benar adalah kesesuaian Al-Qur’an pada berbagai zaman.

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai hakim terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (Al-Maidah 48).

Al-Qur’an adalah penyempurna kitab-kitab terdahulu. Yang mana Taurat, Zabur, dan Injil hanya diturunkan untuk Bani Israil dengan syariat yang terbatas pada masa itu.

Sedangkan Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam diturunkan untuk seluruh umat manusia, sejak zaman Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam hingga dunia ini berakhir.

Sejak Al-Qur’an diturunkan, syariat Nabi Musa dan Nabi Isa ‘alayhimussalam tidak berlaku lagi.

Orang-orang yang beranggapan Al-Qur’an tidak relevan di masa kini harus membuka sejarah tentang Isra Mikraj. Pada waktu kejadian, kaum musyrikin masa itu menganggap tidak mungkin Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam mampu berpindah dari Mekah ke Palestina hanya dalam waktu semalam.

Bandingkan dengan sekarang, ternyata hal itu mudah saja. Jarak Mekah ke Baitulmaqdis adalah lebih kurang Jakarta-Surabaya. Tak perlu berada seharian di pesawat untuk perjalanan antar dua kota itu.

Artinya Islam telah mengenal teknologi sebelum manusia mengetahuinya. Itu belum lagi jika diangkat satu per satu ayat yang membuat banyak peneliti Barat bersyahadat, setelah mengetahui penemuan mereka ternyata sudah disebutkan oleh Al-Qur’an sejak 1400 tahun silam.

Melihat Al-Qur’an yang mampu menjelaskan kejadian di masa lampau dan terbukti kebenarannya (misalnya tentang Firaun yang tenggelam di laut, ternyata ilmuwan masa kini membenarkan setelah meneliti jasad Firaun yang masih utuh).

Al-Qur’an menyebutkan hal-hal yang dulu tidak masuk dalam logika manusia, ternyata sekarang terbukti (seperti Isra Mikraj tadi, dan contoh lainnya tentang sungai di dalam laut).

Artinya apa-apa yang disebutkan Al-Qur’an tentang masa yang akan datang juga sudah pasti kebenarannya. Hanya kita belum menemukan, sebab belum sampai pada masanya.

Terhadap orang-orang yang meyakini kebenaran Islam, Allah menjanjikan ganjaran yang baik. Demikian pula bagi mereka yang ingkar, ada balasan setimpal untuk pengingkaran mereka.

Allah benar-benar telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman serta beramal salih di antara kalian untuk menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dijadikan berkuasa di atasnya. Dan Allah pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, sebuah agama yang telah diridai-Nya untuk mereka peluk. Dan Allah pasti akan menggantikan rasa takut yang sebelumnya menghinggapi mereka dengan rasa tenteram. Mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Dan barang siapa yang ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (An-Nuur 55).

Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya, dan di akhirat nanti dia termasuk orang-orang yang merugi. (Ali Imran: 85).

Penulis asli: Syarifah Lestari disempurnakan oleh saya.
Gambar header: Romadecade.

Related Post

1 Comment

  1. Kisah Mualaf: 5 Ilmuwan yang Masuk Islam Karena Penelitiannya | Saya Bambang, Saya Seorang Blogger

    […] lebih elegan, misalnya lewat penelitian. Contoh kecilnya adalah 5 ilmuwan yang memutuskan memeluk Islam karena hasil penemuannya berikut […]

Leave A Comment

twelve + two =