Gado-gado, Jariyah

Intip Dapurnya BisaBantu.com

Posted by Bams

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Sekitar dua tahun yang lalu, selepas magrib Saya pulang dari nganter istri ke sekolah tempatnya mengajar, malam itu ada kegiatan di sana.

Sesampainya di lampu merah kebun jeruk, mendadak Saya merasa susah untuk bernafas, terus rasa dingin merambat ke ujung kaki dan kedua tangan, pandangan buram, rasanya mau ambruk. Luar biasa cemas, udah mikir aneh-aneh pokoknya, berasa udah mau end. Otak juga mikir apa ini serangan jantung, apa mungkin ini yang kata orang masuk angin duduk.

Tadinya mau muter ke RS Ar Rafah, karena itu yang paling dekat. Tapi urung saya lakukan karena waktu itu malam minggu, jadi jalanan super ramai dan di situ memang susah sekali untuk muter. Jadinya tancap gas ke Puskesmas Putri Ayu, itu tempat yang paling mungkin Saya jangkau, tinggal gas lurus sampe.

Sesampainya di Puskemas, perawat langsung ngasih oksigen, dicek pake stetoskop dan juga tensi. Ditanyain juga, ada riwayat jantung, diabetes atau paru gak? Saya jawab gak ada mbk. Keluarga juga gak ada yang punya riwayat penyakit jantung atau diabet.

Akhirnya dikasih Antasida sama Donperidon, masing-masing 1 kaplet.

“Lho, mbak ini obat magh?”

“Iya, mas ini asam lambungnya naik.” jawab suster jaga di situ, susternya lumayan senior sih kayaknya.

“Tapi perut saya gak perih mbak, gak mual-mual juga!”

“Asam lambung beda sama maagh pak.” Sanggah suster itu singkat tanpa penjelasan lebih lanjut.

Saya diam saja, masih bingung dan bertanya-tanya dalam hati, apa iya.

“Tapi kalau bapak masih sesak, tiduran aja dulu gak pa-pa, sambil nunggu keluarganya.”

Yap, beberapa menit sebelumnya Saya telepon Istri supaya datang ke Puskemas. Sesampainya istri di sana, Saya jelasin yang terjadi dan kami pun pulang. Masih bisa nyetir syukurnya.

Nah, berbulan-bulan setelah malam itu, Saya merasa jadi orang lain. Serba penakut. Mau mandi takut, naik motor takut, pergi jauh takut bahkan percaya atau nggak tidur sendirian pun takut.

Takut apa? Malu sih mau ngaku, tapi beneran Saya takut mati!

Karena ketakutan itu, jadinya kalau mau pergi jauh Saya selalu siapkan berbagai macam obat, mulai obat maagh, obat aslam, minyak angin sampai obat pengencer darah yang biasanya dibawa sama orang-orang penderita jantung.

Saya tuh dibayangi ketakutan, kalau pas lagi jalan yang jauh dari mana-mana tiba-tiba kena serangan jantung. Dengan adanya obat-obatan itu, aku merasa sedikit tenang.

Karena rasa takut mati inilah kemudian Saya mikir, kira-kira amal apa yang bisa Saya tinggalkan tapi tetap mendatangkan pahala buat Saya nanti di alam kubur.

Maka, kepikiranlah bikin situs penggalangan dana. Pokoknya situs sosial lah. Setelah diskusi dengan teman – Bang Iman- maka jadilah situs Pintudoa.com.

Alhamdulillah dalam proses persiapan Pintudoa, ada banyak donatur yang memberikan dukungan materi. Maka, jadilah kami beli scriptnya. Tapi, cobaan datang. Script yang dibeli tidak cukup reliable, banyak bugs sana sini dan kami sulit mengembangkan karena kurang paham dengan platform yang dipakai.

Ga cuma itu, donatur yang tadinya mau membantu proses pembuatan yayasan juga hilang gak ada kabar. Karena kami tergantung pada perizinan, maka Pintudoa pun mandeg sampai setahun lebih.

Lahirlah BisaBantu.com

Saya sadar betul ada amanah yang menggelayut di pundak. Walaupun dana donasi terdahulu sudah habis, namun tentu pertanggung-jawaban saya bukan lantas hilang begitu saja. Ada beban moral yang besar yang membuat saya akhirnya bertekad, Pintudoa harus direalisasikan.

Tapi kami butuh nama baru, sebab ada teman yang mengatakan kalau nama Pintudoa terlalu mirip dengan Pintubiru. Sedangkan Pintubiru itu bisnis komersil. Nanti apa kata orang.

Semalaman suntuk Saya mikir apalah nama yang pas untuk menggantikan Pintudoa. Sampai di suatu titik, terpilihlah Bisabantu.com, nama KitaBisa.com jelas punya andil besar menghadirkan inspirasi tidak cuma konsepnya tapi juga nama.

Saya tak perlu malu mengakuinya. KitaBisa adalah kiblat kami dan InsyaAllah jika Allah ridho, kami akan sejajar dengan mereka suatu saat nanti, amiiin.

Apa yang Berbeda Antara BisaBantu dan Pintudoa?

Secara konsep, gak ada yang berbeda antara BisaBantu dan PintuDoa. Cuma di eksekusinya, kami ga mau terjebak di kesalahan yang sama.

Pertama, sistem kami bangun sendiri menggunakan open source, mengapa tidak. Yang terpenting kami paham dalamannya jadi kalau ada masalah bisa memperbaiki dan yang gak kalah penting kami bisa mengembangkannya sendiri.

Kedua, kami tidak terpaku pada perizinan. Sekarang pun Bisabantu.com berjalan tanpa izin, tapi bukan berarti akan seperti ini selamanya. InsyaAllah mulai tahun depan kami akan urus semua izin yang diperlukan.

Untuk fase awal biaya kami cover sendiri, bekerja ngotot siang dan malam agar situs bisa segera dirilis. Jadi, jujur saja untuk perizinan kami belum mempersiapkan budget. Tapi tahun depan, InsyaAllah akan dikasih jalan, entah dari mana. Bisa dari kantong sendiri atau donatur, let’s see!

Ketiga, just do it!

Yap, kami memulai tanpa calon penerima manfaat. Maksudnya, kami belum punya campaign penggalangan dana apapun. Tapi kami tak patah arang, kami rancang sendiri campaign-nya berupa campaign-campaign sederhana yang kami bisa.

Alhamdulillah, di peluncuran perdana kami dapat 1 donatur, sebesar Rp 50.000. Tak mengapa, bagi kami bukan besar atau kecilnya donasi. Berapapun bagi kami sama pentingnya.

Tapi ketika kemudian ACT Jambi mengajak BisaBantu untuk menjadi rekanan, kami tak pikir pajang. Dengan bantuan ACT, sekarang kami punya amunisi penggalangan dana. Setelah itu satu per satu campaign baru bermunculan dan Alhamdulillah kini jumlah campaign dan juga donasi yang masuk semakin bertambah.

Bisabantu juga mendapatkan bantuan publikasi dari berbagai media online dan cetak. Terima kasih saya ucapkan kepada semua media yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, semoga bantuan kawan-kawan dibalas dengan berlipat kebaikan.

Whats Next?

Saya tidak punya mimpi yang aneh-aneh dengan BisaBantu.com. Sebagaimana tujuan awalnya, saya hanya ingin agar BisaBantu membantu banyak orang sehingga saya merasa berguna ketika tidak lagi berada di dunia ini.

Kemudian Saya tidak bicara angka saja, tapi juga bicara soal dampak yang diberikan. Dampak secara sosial dan pribadi saya. Menuliskan campaign untuk adik Amar misalnya membuat saya tidak bisa makan enak beberapa hari. Sungguh hati saya sangat terenyuh melihat penderitaannya.

Dampak lain yang saya rasakan, karena adanya Bisabantu.com sekarang saya merasa punya rem otomatis. Saya jadi lebih berhati-hati saat bicara, lebih mikir saat bikin status, dan lebih bijak dalam berbuat.

Penawaran untuk Kamu

BisaBantu.com bukan perusahaan yang orientasinya profit, sama sekali bukan. Benar memang ada potongan 5% untuk setiap campaign yang dibuat di situs kami. Tapi 5% itu masih akan dipotong oleh payment gateaway sebesar 1,5% sampai dengan 2%.

Sisanya, sekitar 3% akan kami alokasikan untuk membayar sewa server dan domain sekitar Rp 2 juta setahun. Kemudian kalau ada sisa akan kami pergunakan untuk pengurusan yayasan dan perizinan di tahun depan. Jika memungkinkan, sisanya akan dipakai untuk operasional seperti bahan bakar saat kunjungan ke korban, mencetak laporan, membeli peralatan dokumentasi dan akomodasi para volunteer.

Nah, untuk volunteer akan saya bahas di sini.

Jadi kami saat ini terdiri dari tiga tima utama.

Saya, Bambang sebagai CEO, bang Nurul Iman sebagai CFO (Finance) dan bang Fajrin Nurpasca di bagian PR (Public Relation). Jumlah ini masih jauh dari ideal. Kami membutuhkan suport dari semua pihak agar bisa berlari lebih kencang.

Maka dari itu

Saya mengajak, yuk kawan-kawan yang punya satu visi, berjiwa sosial dan rasa kepedulian sesama yang tinggi, mari bergabung dalam gerakan kebaikan ini.

Kami membutuhkan orang-orang yang siap JIHAD di jalan Allah…

Hubungi kami di donasi@bisabantu.com jika kalian berminat, atau bisa kirim pesan ke facebook bang Fajrin atau saya di SINI.

Terakhir, mohon doakan agar kami istiqomah, dikuatkan dan disehatkan agar BisaBantu bisa terus berjalan, menolong lebih banyak orang… Amiin.

Wassalam

Related Post

Leave A Comment

4 × 4 =