Niat Puasa Tahun Baru Hijriyah 1442

By

Bagi umat Islam, Tahun Baru Hijriyah merupakan momentum pergantian tahun. Momen ini diperingati untuk musahabah atau intropeksi diri sekaligus mengingat kembali hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk puasa sunah. Berikut informasi niat puasa Tahun Baru Hijriyah 2020, tanggal dan juga faedahnya.

Tanggal puasa Tahun Baru Hijriyah 

Tahun Baru Hijriyah diperingati setiap tanggal 1 Muharram pada kalender Islam. Tahun ini, momen tersebut jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020. Ada banyak amalan yang dianjurkan untuk mengawali bulan Muharram atau bulan yang dimuliakan.

Shekh Abdul Hamid menjelaskan amalan-amalan tersebut adalah berpuasa, sholat, bersilaturahmi sesama Muslim, ziarah kubur, menjenguk orang sakit, dan memakai celak.

Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk banyak bersedakah, mengusap kepala anak yatim, mandi, memotong kuku, dan melafalkan surat al-Ikhlas.

Dari semua amalan-amalan tersbut, yang paling utama adalah berpuasa. HR Abu Hurairah menerangkan bahwa puasa Tahun Baru Hijriyah adalah puasa paling afdhal setelah Puasa Ramadhan. Lalu kapan puasa tersebut dilaksanakan.

Ada 2 macam puasa Tahun Baru Hijriyah. Yang pertama adalah puasa Asyura yang dijalankan pada tanggal 10 Muharram yang akan jatuh pada tanggal 29 Agustus 2020.

Sementara itu puasa Tasu’a ditunaikan pada tanggal 9 Muharram yaitu pada tanggal 28 Agustus 2020.

Baca Juga: Bacaan Doa Tahun Baru Hijriyah – Awal dan Akhir Tahun

Bacaan Niat 

Seperti ketika menjalankan ibadah lainnya, dianjurkan untuk membaca niat berpuasa Tasu’a dan Asyura pada tanggal 9-10 Muharram. Adapaun bacaanya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shama ghadin ‘an adaa’i sunnati Taasuu‘a lillahi ta‘alaa.

Artinya: “Aku niatkan berpuasa sunah Tasu‘a esok hari semata-semata karena Allah SWT.”

Adapun untuk niat puasa Asyura, kata Tasu’a tinggal diganti menjadi Asyura. Niat tersebut diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa keeseokan harinya. Niat juga bisa diucapkan pada hari H setelah terbit fajar hingga siang harinya selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Maka, kata ‘esok hari’ diganti menjadi ‘hari ini’. Sehingga bacaan niat menjadi:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku niatkan berpuasa sunah Tasu’a hari ini semata-mata karena Allah SWT.”

Faedah puasa Tasu’a dan Asyura

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Muharram adalah bulannya Allah. Bulan bersejarah ini adalah bulan penuh ampunan. Karena itulah umat Islam dianjurkan untuk banyak beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Diriwayatkan dalam HR Imam Muslim, seorang sahabat pernah bertanya pada Nabi mengenai keutamaan puasa Tasu’a dan Asyura. Beliau menjawab bahwa puasa tersebut dapat menghilangkan semua dosa satu tahun sebelumnya.

Dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Sementara itu, memohon ampun untuk dosa besar atau berat dilakukan dengan taubat nasuha.

Pada tanggal 10 Muharram, terjadi banyak peristiwa agung dan bersejerah. Di antaranya adalah pengampunan Allah pada Nabi Adam sehingga dipertemukan kembali dengan Hawa, keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan hiu, bebasnya Nabi Yusuf dari penjara Mesir, berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi, dan sebagainya.

Semua kejadian itu menunjukkan betapa hebatnya kekuatan Allah. Manusia harus mengakui bahwa segala sesuatu terjadi hanya karena izin dan kehendakNya. Karena itu hendaknya umat Islam tidak melewatkan kesempatan menunaikan ibadah pada bulan Muharram terutama menjalankan puasa Asyura dan Tasu’a.

Leave a Comment