Gado-gado

Potensi Sel Punca dalam Aplikasi Klinis pada Berbagai Penyakit

Posted by Bams

Potensi Sel Punca dalam Aplikasi Klinis – Sel punca atau yang lebih dikenal dengan nama stem cell tengah menjadi sorotan dalam dunia kedokteran di Indonesia. Sebenarnya, di luar negeri, terapi dengan menggunakan sel punca telah banyak dipakai karena potensi sel punca dalam aplikasi klinis memang tinggi.
Sel punca adalah sel yang ada di dalam tubuh tetapi belum berdiferensiasi. Karena itu sel ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi jenis sel yang bermacam-macam. Terapi dengan menggunakan sel punca dapat membantu perbaikan dan regenerasi sel yang rusak sehingga dapat berfungsi kembali.
Terapi dengan sel punca dilakukan dengan mengambil sel tersebut dari jaringan tubuh lain seperti sumsum tulang dan jaringan lemak, dan menyuntikkannya ke bagian yang mengalami kerusakan sel.
Potensi sel punca dalam aplikasi klinis juga meningkat karena sel punca yang digunakan tidak harus berasal dari tubuh pasien, tetapi juga dapat berasal dari saudara kembar identik, orang tua, bahkan dari orang lain.

Potensi sel punca dan manfaatnya

Meskipun masih ada pihak-pihak yang meragukan potensi sel punca dalam aplikasi klinis, tetapi terapi sel punca telah dipakai untuk merawat pasien dengan penyakit yang cenderung sulit disembuhkan.
Terapi sel punca sering dilakukan pada penderita diabetes tipe 1 dan 2, sakit ginjal, gangguan hati, bahkan stroke. Dalam sebuah kasus di Inggris, seorang penderita stroke dirawat menggunakan sel punca. Dengan menyuntikkan sel punca, otak dirangsang dengan sel saraf yang sudah matang.
Pada kasus tersebut, sel punca juga memicu berbagai perbaikan di dalam tubuh dengan membantu pertumbuhan pembuluh darah yang ada di otak, bahkan membantu otak untuk menciptakan sel punca dengan sendirinya.
Tidak hanya untuk penyakit, terapi dengan menyuntikkan sel punca juga digunakan untuk menjaga penampilan. Di beberapa negara maju, terapi ini sudah banyak dipraktekkan dan menunjukkan hasil yang positif. Sel punca membuat kulit tidak kusam dan terjaga elastisitasnya. Selain itu, sel ini juga memberi efek pada rambut sehingga terlihat lebih tebal. Tentu saja ke depannya pun para peneliti masih akan terus menggali potensi sel punca dalam aplikasi klinis.

Related Post

Leave A Comment

two × 3 =