Gado-gado

Strategi Pengembangan Emosi Anak Usia Dini

Posted by Bams

Strategi pengembangan emosi anak usia dini –┬áSeperti yang telah dipelajari dalam ilmu pendidikan bahwa strategi perkembangan emosi pada anak adalah suatu hal yang sangat penting dan harus benar-benar diperhatikan oleh para pendidik atau guru.
Sebab emosi yang terjadi pada anak merupakan suatu pembentukan dini suatu kepribadian terhadap anak dimasa yang akan datang. Oleh karena itulah, kepada anak yang masih usia sekolah khususnya sekolah TK dan dasar perlu sebuah strategi yang jitu untuk menjadikan anak semakin baik dalam hal perkembangan emosional anak usia dini demi masa yang akan datang.
Lalu bagaimana cara membangun strategi yang tepat untuk anak usia dini? Dalam artikel ini akan dipaparkan oleh penulis.
Inilah tips membangun strategi pengembangan emosi anak usia dini
pengembangan emosi anak usia diniMenurut pendapat seorang ahli yakni Salovry dan mayer (dalam tim suryakanti; 2000), dia mengatakan bahwa ada lima hal yang dapat dilakukan oleh kita sebagai pendidik dan orang tua, tentunya untuk menjadikan binaan anak kita yang sehat. Kelima hal itu di antaranya adalah:

  1. Belajar untuk mengetahui dan mengembangkan kemampuan untuk mengenali sekaligus memahami emosi yang ada pada dirinya sendiri.
  2. Mengatur sebuah kemampuan didalam mengelola dan juga mengespresikan emosi yang ada dalam diri dengan tepat pada sasaran.
  3. Belajar untuk menciptakan sebuah kemampuan untuk memberi motifasi terhadap diri sendiri.
  4. Belajar untuk membangun kemampuan dalam memahami perasaan orang lain.
  5. Belajar membangun sebuah kemampuan untuk menjalin hubungan baik terhadap sesama manusia.

Strategi pengembangan emosional yang harus diterapkan kepada anak usia dini

  • Kemampuan untuk mengenali emosi diri.

Dalam memberikan bantuan kepada anak untuk mengenali emosi diri para orang tua dan guru bisa melakukan strategi mengajari anak untuk memahami dan merasakan perasaan yang ada pada dirinya, atau lebih tepatnya mengespresikan tentang perasaan yang ada pada dirinya. Sebagai orang tua mungkin bisa memberikan contoh ada rasa marah ketika tidak sependapat dengan perbuatan anak yang kurang baik. Sementara guru, bisa melakukannya ketika sedang bermain dengan pura-pura marah.
Dari situlah akan timbul emosi anak yang bisa dengan mudah dipahami dan dirasakan.

  • Kemampuan dalam mengelola emosi dengan tepat sasaran.

Untuk membantu perkembangan emosional anak pada usia dini dalam mengelola emosinya yang tepat sasaran adalah dengan membiasakan anak dengan berpikir realistis, sehingga dengan demikian, anak tersebut akan menanggapi dengan sikap dan perilaku yang tepat pada sasaran.
Selain itu, para orang tua dan guru juga bisa mengalihkan tentang perasaan kecewanya dengan hal-hal yang menghibur seperti melukis atau bernyanyi.

  • Kemampuan untuk menciptakan motivasi diri.

Tanamkanlah optimisme terhadap anak, dengan cara diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya dengan sendiri. Misal, ketika anak merasa bersalah kepada teman, maka dia harus meminta maaf.

  • Kemampuan untuk menciptakan rasa memahami perasaan orang lain.

Untuk menciptakan cara memahami perasaan orang lain tentu harus ditanamkan sifat empati dan kepedulian terhadap sesama. Maka dari itulah, untuk para orang tua atau para guru bisa melatih anak dengan mengunjungi panti asuhan, mengunjungi orang sakit di rumah sakit dan masih banyak lagi.

  • Kemampuan untuk menciptakan rasa aman menjalin hubungan dengan orang lain.

Para guru atau orang tua tentu harus melatih anak untuk menjalin hubungan dengan orang lain, latihlah dengan bergabung dengan teman, bekerjasama, belajar kelompok dan bermain bersama dalam ruangan yang besar. Dengan begitu maka si anak akan terbiasa dengan orang lain.
Demikianlah pembahasan tentang pengembangan emosi anak usia dini. Semoga dapat bermanfaat.

Related Post

Leave A Comment

nineteen − 12 =